Support

Jati Jepara Mebel
Showing posts with label indoor furniture. Show all posts
Showing posts with label indoor furniture. Show all posts

Wednesday, April 9, 2014

Tips memilih almari pakaian

Malam sobat, sudah lama tidak posting, jadi kangen. Hehehe. Langsung saja sobat, malam ini saya mau berbagi tips memilih almari pakaian. Pasti sudah pada tahu kan fungsi almari? Secara umum almari adalah tempat untuk menyimpan baju, perkakas, dan barang-barang yang lain.

Almari menurut wikipedia adalah  
"Almari, (berasal dari bahasa Portugis “Armario”), yang dalam bahasa Inggris disebut Wardrobe, juga dikenali dengan Armoire berasal dari bahasa Perancis, merupakan sebuah kabinet berdiri tinggi atau bersaiz sederhana untuk menyimpan pakaian atau buku atau barang-barang perkakas atau barang-barang perhiasan."

Sudah tahu pengertian almari, sekarang langsung ke tema tulisan ini sobat, tips memilih almari pakaian menurut saya adalah :

1. Tentukan budget yang akan disiapkan untuk membeli almari. Semakin bagus bahan baku almari tersebut, semakin tinggi harganya. Kalau budget yang sobat siapkan ternyata kurang, sobat bisa menggunakan jasa kredit furniture yang ada, biasanya kredit furniture ini terdapat di toko-toko mebel kalau sobat beli furniture baru.

2. Tentukan besarnya almari. Harus menyesuaikan dengan luas ruangan untuk meletakkan almari tersbut sobat, jangan almarinya terlalu besar sehingga ruangan tampak sempit.

3. Pilih almari yang memiliki gantungan. Almari yang memiliki gantungan berfungsi untuk menggantung baju yang tidak boleh dilipat. Karena ada baju yang kalau dilipat akan merusak baju tersebut.

4. Pilih almari yan memiliki kaca. Yang ini tergantung selera saja sobat, tapi kalau saya milih almari yang ada kacanya sekalian. Karena dengan adanya kaca di almari bisa menghemat dana untuk membeli kaca.  

Itu sedikit tips dari saya dalam memilih almari pakaian sobat, semoga berguna bagi saya sendiri dan sobat semua yang membaca tulisan saya. Ingin membeli almari pakaian yang berkualitas sobat? Bisa mampir disini

Tuesday, April 1, 2014

Memilih kursi ruang tamu

Selamat malam sobat, tidak memposting artikel selama 2 hari rasanya seperti tidak memposting artikel 1 tahun. Lebay banget y? Hehehe.

Masih setia dengan postingan mengenai mebel sobat, memang blog ini khusus untuk memposting artikel mengenai mebel berkualitas. Nah, kalau mau membeli mebel kayu jati asli jepara bisa mengunjungi www.jatijeparamebel.com.


Lanjut ke tujuan awal sobat, kali ini saya akan membagi bagaimana memilih kursi ruang tamu agar ruang tamu yang sobat miliki terlihat lebih elegan. Berikut sedikit tip memilih kursi ruang tamu.

1. Sesuaikan dengan luas ruangan ruang tamu yang sobat miliki. Jangan pilih kursi yang besar yang akan membuat ruang tamu sobat terlihat sempit dan sumpek.

2. Pilih kursi yang memiliki sedikit ornamen atau ukiran. Kursi yang sedikit atau tidak mempunyai ornamen atau ukiran akan membuat ruang tamu terlihat lebih luas.

3. Pilih kursi yang tidak mempunyai busa. Kursi yang memakai busa/sofa justru membuat ruangan sempit terlihat semakin sempit. Hal ini tidak berlaku kalau ruang tamu sobat mempunyai ruang yang luas. Hehehe

4. Gunakan kursi yang berkualitas. Jenis kayu mempengaruhi keawetan kursi yang sobat miliki, semakin bagus semakin awet. Bisa bertahan 7 turunan. Hehehe


Itu 4 tips dari saya dalam memilih kursi untuk ruang tamu. Apabila ada yang kurang bisa menghubungi saya. InsyaAllah akan saya perbaiki tulisan saya. Terima kasih sudah mampir dan membaca.

Saturday, March 29, 2014

Meja dan kursi unik berbentuk makanan

Malam sobat, bosan dengan tampilan meja dan kursi yang ada di pasaran saat ini? Kalau iya sama sobat, saya juga bosan lihat tampilan meja dan kursi yang bentuknya begitu-begitu saja. Pengen suatu saat kalau punya rumah sendiri pengin punya furniture yang bentuknya unik. hehehe

Kalau sobat sedang mencari alternatif furniture untuk menghias rumah sobat, mungkin gambar yang akan saya bagikan disini bisa menginspirasi sobat semua dalam menentukan meja dan kursi yang pas buat rumah sobat.



Kursi Cupcakes dan Meja Biskuit

Sepasang meja dan kursi yang cantik di atas adalah kreasi dari desainer furnitur, Boggy Chan. Kegemarannya bermain dengan adonan kue dan tepung menginspirasi Boggy Chan untuk membuat furniture berbentuk makanan.

Sekilas kalau dilihat furniture tersebut tampak nyata dan enak untuk dimakan. hehehe. Menurut sang desainer membuat furniture berbentuk makanan harus menggunakan "adonan" yang pas, sehingga didapatkan kenyamanan saat furniture yang berbentuk makanan tersebut digunakan.

Itu salah satu contoh furniture yang unik sobat, bagaimana? Sudah cukup menginspirasi? Semoga artikel yang saya tulis ini bermanfaat. Terima kasih.


Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA2013/Interior/Furnitur/Kursi-Cupcakes-dan-Meja-Biskuit

Friday, March 28, 2014

Tips memilih pintu rumah

Apa jadinya rumah tanpa adanya pintu, kita jadi tidak bisa masuk kedalamnya dong. hehehe. Selain untuk akses keluar masuk rumah, apabila pemilihan pintu tepat rumah akan tampak lebih indah untuk dipandang. Pintu sendiri dapat dibuat dari Kayu Jati, Kayu Sonokeling, Kayu Kamper, Kayu mahoni, Kayu Merbau, Kayu Merantim bahkan ada pintu yang terbuat hanya dari triplek. Biasanya pintu yang terbuat dari triplek ini hanya sebagai pintu sementara, tapi kalau saya tanya ayah saya, apa-apa yang sementara itu kadang bisa jadi "sementahun" artinya butuh beberapa tahun untuk dapat ganti yang bagus. hehehe

Berikut beberapa tips memilih pintu untuk sobat yang sedang membangun "istana" baru ataupun sedang merenovasi rumah

1. Jenis kayu yang digunakan
Menentukan jenis kayu yang digunakan untuk sebuah pintu rumah sangat menentukan keawetan pintu tersebut sobat, semakin keras dan kuat bahan yang digunakan untuk membuat pintu, semakin awet pintu tersebut.

2. Tebal pintu
Tebal pintu yang ideal untuk sebuah rumah adalah 4 cm. Semakin tebal pintu semakin kuat dan awet pintu tersebut. Tapi jangan sampai ketebalan, sehingga membuat sobat kesulitan untuk membuka dan menutup pintu tersebut. hehehe

3. Tingkat kekeringan pintu
Kenapa harus memperhatikan kekeringan pintu yang akan dipasang? Karena pintu yang belum benar-benar kering apabila dipasang suatu saat akan mengalamai memuai, sehingga menyebabkan bentuk pintu tersebut berubah, tidak lagi presisi seperti pada saat pertama kali dipasang. 

4. Dimensi pintu
Fungsi utama pintu memang untuk akses keluar masuk rumah, tapi pintu juga dapat berfungsi untuk mempercantik rumah kita sobat. Dengan desain dan bentuk pintu yang unik akan membuat rumah kita lebih cantik.

5. Sesuaikan dengan fungsi
Yang dimaksud dengan sesuaikan dengan fungsi adalah apabila rumah sobat kecil/sempit, bisa menggunakan pintu geser/sliding sehingga rumah sobat tampak lebih luas.

Itu 5 tips memilih pintu sobat. Bagaimana, sedikit membantu sobat? Terima kasih atas kunjungannya. Kalau sobat membutuhkan furniture yang berkualitas bisa mampir kesini sobat.


Sumber : http://bangunrumahkpr.com/bangun-rumah/pintu-dan-jendela/memilih-pintu-kayu-sebagai-pintu-rumah

Thursday, March 27, 2014

Tips memilih furniture untuk ruangan yang kecil

Perumahan yang kecil sekarang menjadi pilihan bagi mereka yang berpenghasilan pas-pasan. Dengan dp yang murah, dan cicilan yang ringan, perumahan tipe kecil pasti laris manis. Tapi dengan kecilnya tipe rumah, maka berdampak pada sempitnya ruangan untuk meletakkan furniture didalamnya.

Apabila sobat semua mempunyai rumah yang kecil, atau ruangan yang kecil dan ingin membeli furniture, maka sobat bisa menerapkan tips yang akan saya bagi, mengenai bagaimana cara memilih furniture untuk ruangan yang kecil/sempit.

Berikut tips memilih furniture untuk ruangan yang kecil/sempit :

1. Sofa dan kursi ramping dengan desain sleek. Terlalu banyak ornamen pada furniture malah membuat ruangan tampak semakin sempit, maka pilihlah furniture yang ramping dengan desain sleek sehingga ruangan yang kecil akan tampak luas.

2. Pilih furniture yang ada laci dibawahnya (meja utama/meja hias). Dengan adanya laci pada meja utama/meja rias, maka sobat akan menghemat tempat untuk menempatkan sebuah rak, karena fungsinya sudah digantikan dengan laci yang ada di meja utama/meja rias.

3. Rak dinding. Sobat hobi membaca? Apabila iya, mending sobat pilih rak dinding daripada buffet untuk menyimpan buku-buku koleksi sobat. Selain bisa untuk menyimpang buku-buku koleksi, rak dinding juga bisa untuk meletakkan pajangan-pajangan yang dapat mempercantik ruangan kecil sobat.

4. Pilih rak yang ada rodanya. Pilih rak yang bersusun 3-4, Selain bisa menaruh berbagai barang di atasnya, rak dengan roda juga mudah untuk dipindah-pindahkan sesuai selera.

5. Meja lipat. Meja lipat bisa menjadi alternatif bagi sobat yang ingin mendapatkan ruangan yang lebih luas. Apabila meja tidak digunakan, meja dapat dilipat dan disandarkan ke dinding. Namun terkadang sulit mendapatkan meja lipat sesuai dengan keinginan, untuk itu sobat bisa memesan meja lipat ke pengrajin furniture untuk mendapatkan meja lipat yang sesuai dengan keinginan sobat dan sesuai dengan luas ruangan sobat.

6. Cermin besar. Selain memilih furniture yang ramping dengan desain yang sleek, kaca besar juga bisa membuat ruangan yang kecil tampak lebih luas.

7. Jangan memilih kamar tidur king size. Dengan ruangan yang kecil sobat mau memilih tempat tidur ukuran king size? Hmmmm, coba pikir lagi sobat, selain boros tempat, tempat tidur king size juga membuat ruangan tampak sumpek.

Itu Beberapa tips memilih furniture untuk ruangan yang kecil/sempit, semoga artikel ini membantu sobat semua yang sedang mencari furniture yang pas dan sesuai keinginan sobat semua buat istana kecil sobat. Terima kasih sudah membaca


Sumber :http://www.marketingsakti.com/news-article/124-tips-marketing-sakti-memilih-furniture-untuk-ruangan-sempit.html

Wednesday, March 26, 2014

5 Tips membeli furniture baru

Halo sobat, sedang mencari furniture baru? Kalau iya mungkin tips dari saya bisa sedikit memberi pencerahan bagi sobat yang sedang mencari furniture. Memilih furniture harus jeli sobat, biar tidak tertipu. Pedagangnya bilang dari kayu jati, ternyata kayunya dari kayu mahoni, memang kayu mahoni mempunyai tekstur yang hampir sama dengan kayu jati yang merupakan kayu keras.

Tidak mau kan, sudah mengeluarkan uang untuk membeli furniture dari kayu jati tapi yang didapat furniture dari kayu mahoni. Sebelum membeli furniture kita harus memperhatikan 5 hal berikut sobat :

1. Budget
Membeli furniture harus menyesuaikan budget yang kita miliki sobat, jangan gara-gara suka sama furniture yang harganya tidak sesuai dengan bugdet kita, kita jadi berhutang/kredit untuk membeli furniture tersebut. Sebisa mungkin mencari furniture yang cocok, cocok di hati dan cocok di kantong terutama. hehe

2. Ukuran
Yang kedua yang perlu diperhatikan saat membeli furniture, entah itu meja, kursi, almari, atau tempat tidur adalah ukuran dari furniture itu sendiri. Harus disesuaikan dengan luas ruangan rumah kita yangn akan diisi oleh furniture tersebut.

3. Garansi
Tidak hanya barang elektronik yang harus bergaransi, membeli furniture harus bergaransi juga. Tanyakan kepada penjual apakah ada garansinya kalau membeli furniture di tempat penjual tersebut. Garansi ini berfungsi jika suatu saat furniture tersebut kualitasnya tidak sesuai dengan janji penjualnya. Misal bahan kayu jati, awet hingga puluhan tahun, tapi kenyataannya baru dipakai 6 bulan sudah patah, nah kita bisa mengklaim garansi di toko tersebut.

4. Layanan antar
Tanyakan juga, apakah jika membeli furniture bisa sekalian diantar ke rumah sobat? Tidak mau kan membawa furniture yang besar-besar ke rumah sendiri, dengan biaya lagi. Dan kalau bisa diantar sama tokonya gratis. hehe

5. Beli jika sangat membutuhkan
Kenapa harus membeli jika sangat membutuhkan? Karena furniture itu harganya sudah mahal, dan ukurannya yang relatif besar, sehingga apabila sobat membeli furniture hanya karena tampilannya unik, lucu, dan sebagainya bisa dibayangkan rumah sobat akan penuh dengan furniture. hehe

Itu 5 tips yang bisa saya bagi, semoga bermanfaat bagi saya dan sobat semua. amin.

NB : kalau mau beli furniture yang berkualitas bisa lihat-lihat disini sobat


Sumber : http://wolipop.detik.com/read/2011/02/10/135047/1568624/858/5-tips-membeli-furniture-baru

Monday, March 24, 2014

Cara merawat furniture dari rotan

Sesuai judul artikel saya, saya akan membagi bagaimana cara merawat furniture dari rotan. Jadi kalau ada sobat yang membaca artikel saya ini dan mempunyai furniture dari rotan bisa nih caranya dipraktekin, biar furniturenya awet sampai tujuh turunan. hehehe. amin

Sebenarnya semua furniture mempunyai perlakuan yang sama kalau ingin awet, tidak hanya furniture yang berbahan baku dari rotan. Kita lihat dulu pengertian rotan adalah sekelompok palma dari puak (tribus) Calameae yang memiliki habitus memanjat, terutama Calamus, Daemonorops, dan Oncocalamus. Dan biasanya memiliki diameter 2-5 cm.


Sudah tahu pengertian rotan, yuk kita simak bersama bagaimana cara merawat furniture dari rotan
  • Bersihkan seminggu sekali. Cukup gunakan lap kering untuk menghilangkan debu-debu yang menempel. Jangan gunakan cairan kimia karena dapat merusak rotan.
  • Untuk membersihkan debu dan kotoran yang ada di sela-sela, cuci dengan menggunakan detergen. Cairan detergen hendaknya jangan terlalu pekat. Setelah itu, lap dengan menggunakan lap kering dan kerinngkan dengan diangin-anginkan. Ini dapat dilakukan setiap 1 bulan sekali.
  • Agar tetap kelihatan indah, Anda dapat mengecatnya bila warna rotan sudah kelihatan pudar.
  • Letakkan perabot dari rotan di tempat yang tidak terkena hujan dan sinar matahari secara langsung. Hal ini dapat membuat perabot Anda menjadi pudar, kering sehingga mudah rusak.
  • Untuk menghindari rayap, Anda dapat menggunakan larutan kamper (kapur barus) dan minyak tanah. Semprotkan larutan tersebut pada rotan, atau masukkan dalam lubang yang dibuat rayap pada perabot rotan Anda.
Bagaimana mudah kan sobat? Tidak perlu biaya yang mahal untuk merawat barang-barang yang kita miliki khususnya furniture untuk tetap terlihat baru. Selamat mencoba, dan terima kasih sudah membaca.


Sumber : http://kumpulan.info/rumah/tips-rumah/146-merawat-mebel-rotan.html

Friday, March 21, 2014

Asal usul jepara

Malam sob, ane tidak afdol kalau blog saya yang berisi furniture kayu jati tidak membahas tentang asal usul Jepara. Karena Jepara terkenal dengan ukiran kayu jatinya, saya mencoba membagi asal usul Jepara yang saya copas dari http://id.wikipedia.org/wiki/Ratu_Kalinyamat.

Kenapa saya lebih banyak mengutip? Karena saya merasa belum terlalu baik dalam menyusun kata-kata sendiri, tapi yang paling utama kenapa saya sering copas adalah saya tidak cukup waktu untuk melakukan dokumentasi atau tanya ke sesepuh di kampung tentang asal usul Jepara (alias MALES) hehehe.

Langsung saja saya sajikan dari sumbernya :

Asal-Usul Pangeran dan Ratu Kalinyamat

Nama asli Ratu Kalinyamat adalah Retna Kencana, puteri Sultan Trenggono, raja Demak (1521-1546). Pada usia remaja ia dinikahkan dengan Pangeran Kalinyamat.
Pangeran Kalinyamat berasal dari luar Jawa. Terdapat berbagai versi tentang asal-usulnya. Masyarakat Jepara menyebut nama aslinya adalah Win-tang, seorang saudagar Tiongkok yang mengalami kecelakaan di laut. Ia terdampar di pantai Jepara, dan kemudian berguru pada Sunan Kudus.
Versi lain mengatakan, Win-tang berasal dari Aceh. Nama aslinya adalah Pangeran Toyib, putera Sultan Mughayat Syah raja Aceh (1514-1528). Toyib berkelana ke Tiongkok dan menjadi anak angkat seorang menteri bernama Tjie Hwio Gwan. Nama Win-tang adalah ejaan Jawa untuk Tjie Bin Thang, yaitu nama baru Toyib.
Win-tang dan ayah angkatnya kemudian pindah ke Jawa. Di sana Win-tang mendirikan desa Kalinyamat yang saat ini berada di wilayah Kecamatan Kalinyamatan, sehingga ia pun dikenal dengan nama Pangeran Kalinyamat. Ia berhasil menikahi Retna Kencana putri bupati Jepara, sehingga istrinya itu kemudian dijuluki Ratu Kalinyamat. Sejak itu, Pangeran Kalinyamat menjadi anggota keluarga Kerajaan Demak dan memperoleh gelar Pangeran Hadiri.
Pangeran dan Ratu Kalinyamat memerintah bersama di Jepara. Tjie Hwio Gwan, sang ayah angkat, dijadikan patih bergelar Sungging Badar Duwung, yang juga mengajarkan seni ukir pada penduduk Jepara.

Kematian Pangeran Kalinyamat

Pada tahun 1549 Sunan Prawata raja keempat Demak mati dibunuh utusan Arya Penangsang, sepupunya yang menjadi bupati Jipang. Ratu Kalinyamat menemukan keris Kyai Betok milik Sunan Kudus menancap pada mayat kakaknya itu. Maka, Pangeran dan Ratu Kalinyamat pun berangkat ke Kudus minta penjelasan.
Sunan Kudus adalah pendukung Arya Penangsang dalam konflik perebutan takhta sepeninggal raja Trenggana (1546). Ratu Kalinyamat datang menuntut keadilan atas kematian kakaknya. Sunan Kudus menjelaskan semasa muda Sunan Prawata pernah membunuh Pangeran Sekar Seda Lepen ayah Arya Penangsang, jadi wajar kalau ia sekarang mendapat balasan setimpal.
Ratu Kalinyamat kecewa atas sikap Sunan Kudus. Ia dan suaminya memilih pulang ke Jepara. Di tengah jalan, mereka dikeroyok anak buah Arya Penangsang. Pangeran Kalinyamat tewas. Konon, ia sempat merambat di tanah dengan sisa-sisa tenaga, sehingga oleh penduduk sekitar, daerah tempat meninggalnya Pangeran Kalinyamat disebut desa Prambatan.
Menurut cerita. Selanjutnya dengan membawa jenazah Pangeran Kalinyamat, Ratu Kalinyamat meneruskan perjalanan sampai pada sebuah sungai dan darah yang berasal dari jenazah Pangeran Kalinyamat menjadikan air sungai berwarna ungu, dan kemudian dikenal daerah tersebut dengan nama Kaliwungu. Semakin ke barat, dan dalam kondisi lelah, kemudia melewati Pringtulis. Dan karena selahnya dengan berjalan sempoyongan (moyang-moyong) di tempat yang sekarang dikenal dengan nama Mayong. Sesampainya di Purwogondo, disebut demikian karena di tempat inilah awal keluarnya bau dari jenazah yang dibawa Ratu Kalinyamat, dan kemudia melewati Pecangaan dan sampai di Mantingan.

Ratu Kalinyamat Bertapa

Ratu Kalinyamat berhasil meloloskan diri dari peristiwa pembunuhan itu. Ia kemudian bertapa telanjang di Gunung Danaraja, dengan sumpah tidak akan berpakaian sebelum berkeset kepala Arya Penangsang. Harapan terbesarnya adalah adik iparnya, yaitu Hadiwijaya alias Jaka Tingkir, bupati Pajang, karena hanya ia yang setara kesaktiannya dengan bupati Jipang.
Hadiwijaya segan menghadapi Arya Penangsang secara langsung karena sama-sama anggota keluarga Demak. Ia pun mengadakan sayembara yang berhadiah tanah Mataram dan Pati. Sayembara itu dimenangi oleh Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi. Arya Penangsang tewas di tangan Sutawijaya putra Ki Ageng Pemanahan, berkat siasat cerdik Ki Juru Martani.

Serangan Pertama Ratu Kalinyamat pada Portugis

Ratu Kalinyamat kembali menjadi bupati Jepara. Setelah kematian Arya Penangsang tahun 1549, wilayah Demak, Jepara, dan Jipang menjadi bawahan Pajang yang dipimpin raja Hadiwijaya. Meskipun demikian, Hadiwijaya tetap memperlakukan Ratu Kalinyamat sebagai tokoh senior yang dihormati.
Ratu Kalinyamat sebagaimana bupati Jepara sebelumnya (Pati Unus), bersikap anti terhadap Portugis. Pada tahun 1550 ia mengirim 4.000 tentara Jepara dalam 40 buah kapal memenuhi permintaan sultan Johor untuk membebaskan Malaka dari kekuasaan bangsa Eropa itu.
Pasukan Jepara itu kemudian bergabung dengan pasukan Persekutuan Melayu hingga mencapai 200 kapal perang. Pasukan gabungan tersebut menyerang dari utara dan berhasil merebut sebagian Malaka. Namun Portugis berhasil membalasnya. Pasukan Persekutuan Melayu dapat dipukul mundur, sementara pasukan Jepara masih bertahan.
Baru setelah pemimpinnya gugur, pasukan Jepara ditarik mundur. Pertempuran selanjutnya masih terjadi di pantai dan laut yang menewaskan 2.000 prajurit Jepara. Badai datang menerjang sehingga dua buah kapal Jepara terdampar kembali ke pantai Malaka, dan menjadi mangsa bangsa Portugis. Prajurit Jepara yang berhasil kembali ke Jawa tidak lebih dari setengah dari yang berhasil meninggalkan Malaka.
Ratu Kalinyamat tidak pernah jera. Pada tahun 1565 ia memenuhi permintaan orang-orang Hitu di Ambon untuk menghadapi gangguan bangsa Portugis dan kaum Hative.

Serangan Kedua Ratu Kalinyamat pada Portugis

Pada tahun 1564, Sultan Ali Riayat Syah dari Kesultanan Aceh meminta bantuan Demak untuk menyerang Portugis di Malaka. Saat itu Demak dipimpin seorang bupati yang mudah curiga, bernama Arya Pangiri, putra Sunan Prawata. Utusan Aceh dibunuhnya. Akhirnya, Aceh tetap menyerang Malaka tahun 1567 meskipun tanpa bantuan Jawa. Serangan itu gagal.
Pada tahun 1573, sultan Aceh meminta bantuan Ratu Kalinyamat untuk menyerang Malaka kembali. Ratu mengirimkan 300 kapal berisi 15.000 prajurit Jepara. Pasukan yang dipimpin oleh Ki Demang Laksamana itu baru tiba di Malaka bulan Oktober 1574. Padahal saat itu pasukan Aceh sudah dipukul mundur oleh Portugis.
Pasukan Jepara yang terlambat datang itu langsung menembaki Malaka dari Selat Malaka. Esoknya, mereka mendarat dan membangun pertahanan. Tapi akhirnya, pertahanan itu dapat ditembus pihak Portugis. Sebanyak 30 buah kapal Jepara terbakar. Pihak Jepara mulai terdesak, namun tetap menolak perundingan damai karena terlalu menguntungkan Portugis. Sementara itu, sebanyak enam kapal perbekalan yang dikirim Ratu Kalinyamat direbut Portugis. Pihak Jepara semakin lemah dan memutuskan pulang. Dari jumlah awal yang dikirim Ratu Kalinyamat, hanya sekitar sepertiga saja yang tiba di Jawa.
Meskipun dua kali mengalami kekalahan, namun Ratu Kalinyamat telah menunjukkan bahwa dirinya seorang wanita yang gagah berani. Bahkan Portugis mencatatnya sebagai rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame, yang berarti "Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani".

Anak Angkat

Ratu Kalinyamat tidak memiliki anak kandung, tetapi Ratu kalinyamat di beri kepercayaan untuk merawat keponakannya sebagai anak angkat, yaitu:
  • Pangeran Timur Rangga Jumena
Merupakan putra bungsu Sultan Trenggana yang kemudian menjadi bupati Madiun.
  • Arya Pangiri
Merupakan putra dari Sunan Prawata yang kemudian menjadi penguasa Demak[1], Namun sebelum itu ia sempat menjadi Raja Pajang dengan gelar Sultan Ngawantipura. Saat itu dengan bantuan Panembahan Kudus pada tahun 1583 ia berhasil naik takhta atas kerajaan Pajang menggantikan Sultan Hadiwijaya yang meninggal dunia akibat sakit sepulang dari perang dengan Mataram melawan anak angkatnya sendiri, Sutawijaya. Sepeninggal Hadiwijaya, terjadi perebutan takhta antara Pangeran Benawa yang merupakan putra dari Sultan Hadiwijaya sendiri dengan Arya Pangiri, menantunya yang dimenangkan oleh Arya Pangiri. Namun pemerintahan Arya Pangiri hanya disibukkan dengan usaha balas dendam terhadap Mataram sehingga kehidupan rakyat Pajang terabaikan. Hal ini kemudian membuat Pangeran Benawa yang tersingkir ke Jipang prihatin. Pada 1586 ia lalu bersekutu dengan Sutawijaya menyerbu Pajang. Arya Pangiri kalah. Ia lalu dikembalikan ke negeri asalnya yaitu Demak.
  • Pangeran Arya Jepara,
Adalah sepupu ratukalinyamat yang merupakan putra Ratu Ayu Kirana (adik Sultan Trenggana). Ayah Pangeran Arya Jepara adalah Maulana Hasanuddin, raja pertama Banten. Ketika Maulana Yusuf, raja ke-2 Banten meninggal pada tahun 1580, putra mahkotanya masih kecil. Pangeran Arya Jepara berniat merebut takhta. Pertempuran pun terjadi di Banten. Namun Pangeran Jepara terpaksa mundur setelah Ki Demang Laksamana, panglimanya gugur di tangan Patih Mangkubumi Kesultanan Banten. Kemudian Pangeran Arya Jepara pulang ke Kerajaan Kalinyamat, ternyata Keraton Kalinyamat telah diserang oleh Panembahan Senopati, pasukan Panembahan Senopati dari Mataram datang menyerbu Jepara diduduki dan kota Kalinyamat dihancurkan.

Pengganti Ratu Kalinyamat

Ratu Kalinyamat meninggal dunia sekitar tahun 1579. Ia dimakamkan di dekat makam Pangeran Kalinyamat di desa Mantingan.
Semasa hidupnya, Ratu Kalinyamat membesarkan tiga orang pemuda. Yang pertama adalah adiknya, yaitu Pangeran Timur Rangga Jumena putera bungsu Trenggana yang kemudian menjadi bupati Madiun. Yang kedua adalah keponakannya, yaitu Arya Pangiri, putra Sunan Prawata yang kemudian menjadi bupati Demak. Sedangkan yang ketiga adalah sepupunya, yaitu Pangeran Arya Jepara putra Ratu Ayu Kirana (adik Trenggana).
Ayah Pangeran Arya Jepara adalah Maulana Hasanuddin raja pertama Banten. Ketika Maulana Yusuf raja kedua Banten meninggal dunia tahun 1580, putra mahkotanya masih kecil. Pangeran Arya Jepara berniat merebut takhta. Pertempuran terjadi di Banten. Pangeran Jepara terpaksa mundur setelah ki Demang Laksamana, panglimanya, gugur di tangan patih Mangkubumi Kesultanan Banten.


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Ratu_Kalinyamat

Kapal Nabi Nuh Berbahan Baku Kayu Jati

Karena saya bikin artikel ini siang, saya ucapkan selamat siang aja y sob? Hehehe. Habis jalan-jalan di forum sebelah (kaskus) saya nemu artikel tentang kayu jati yang ternyata sudah digunakan sejak jaman dahulu kala. Sejak jaman Nabi Nuh malah, masih menurut artikel yang saya baca, kapal Nabi Nuh, dibuat dari kayu jati yang berasal dari Pulau Jawa. Maha Besar Allah.

Artikel lebih lengkapnya bisa dibaca sendiri y sob? Saya cuma memberi prolog. hehehe



Tahukah Kamu, Sungguh Mengejutkan, Kapal Nabi Nuh 'Alaihissalam Diduga Berasal dari Nusantara Indonesia? Benarkah?

Boleh percaya boleh tidak. Yang jelas, dalam penelitian sejarah ini tidak ada orang Islam dan orang Indonesia, melainkan para arkeolog dari Turki dan Cina yang sejak awal melakukan penelitian kapal Nabi Nuh 'alaihissalam. Ternyata, bahan kayu kapal Nabi Nuh AS adalah kayu-kayu jati purba yang berasal dari Jawa.

Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International China-Turki, menujukan bukti bahwa fosil kayu kapal Nabi Nuh berasal dari Jawa

SEJAK ditemukannya situs kapal Nabi Nuh AS oleh Angkatan Udara Amerika serikat, tahun 1949, yang menemukan benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 M). Dan di muat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 M. Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini.

Seri pemotretan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, menambah bukti yang memperkuat dugaan kapal Nabi Nuh AS itu. Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat?

Baru-baru ini, gabungan peneliti arkeolog-antropolgy dari dua negara, China dan Turki, beranggotakan 15 orang, yang juga membuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru. Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku.
Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan, bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati yang ada di Pulau Jawa.

Mereka telah meneliti ratusan sample kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan sample fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS. Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, Senin (26/4/2010) yang lalu.

“Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki adalah merupakan fosil Kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub” Jelas Yeung Wing

Pendapat National Turk

Dr.Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan situs Kapal Nabi Nuh AS, mengatakan: “Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia.” Dalam artikelnya juga mengatakan, lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang disebut dalam Al Qur’an, Surat Hud ayat 44. Sedangkan dalam injil: Perahu itu terdampar diatas Gunung Ararat (Genesis 8 : 4).

Menurut peneliti The Noah’s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke anta beranta, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir besar. Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh AS merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air menjadi surut, maka tersibaklah bahwa mereka terdampar di puncak sebuah gunung.

Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan itu hanya tumbuh di Indonesia jaman purba, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di sana. Saat ini kita dapat saksikan dengan satelit, bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu merupakan daratan yang luas.

Sedangkan Dr. Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 M dari situs kapal Nabi Nuh AS. Tembikar ini memiliki ukiran-ukiran burung, ikan dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh.

Dia menjelaskan, pada jaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para peziarah situs kapal. “Sejak jaman kuno hingga saat ini, fosil kapal tersebut telah menjadi lokasi wisata,” ujarnya. (Sumber : Muslimina. Blogspot. com)

Benar tidaknya analisa ini, Wallahu A'lam

Silahkan Klik "SUKA" dan "BAGIKAN", Jika dinilai baik & bermanfaat bagi sahabat semua. Semoga menjadi kebaikan Kita semua.
Tahukah Kamu, Sungguh Mengejutkan, Kapal Nabi Nuh 'Alaihissalam Diduga Berasal dari Nusantara Indonesia? Benarkah? Boleh percaya boleh tidak. Yang jelas, dalam penelitian sejarah ini tidak ada orang Islam dan orang Indonesia, melainkan para arkeolog dari Turki dan Cina yang sejak awal melakukan penelitian kapal Nabi Nuh 'alaihissalam. Ternyata, bahan kayu kapal Nabi Nuh AS adalah kayu-kayu jati purba yang berasal dari Jawa. Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International China-Turki, menujukan bukti bahwa fosil kayu kapal Nabi Nuh berasal dari Jawa SEJAK ditemukannya situs kapal Nabi Nuh AS oleh Angkatan Udara Amerika serikat, tahun 1949, yang menemukan benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 M). Dan di muat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 M. Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini. Seri pemotretan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, menambah bukti yang memperkuat dugaan kapal Nabi Nuh AS itu. Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat? Baru-baru ini, gabungan peneliti arkeolog-antropolgy dari dua negara, China dan Turki, beranggotakan 15 orang, yang juga membuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru. Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku. Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan, bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati yang ada di Pulau Jawa. Mereka telah meneliti ratusan sample kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan sample fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS. Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, Senin (26/4/2010) yang lalu. “Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki adalah merupakan fosil Kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub” Jelas Yeung Wing Pendapat National Turk Dr.Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan situs Kapal Nabi Nuh AS, mengatakan: “Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia.” Dalam artikelnya juga mengatakan, lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang disebut dalam Al Qur’an, Surat Hud ayat 44. Sedangkan dalam injil: Perahu itu terdampar diatas Gunung Ararat (Genesis 8 : 4). Menurut peneliti The Noah’s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke anta beranta, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir besar. Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh AS merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air menjadi surut, maka tersibaklah bahwa mereka terdampar di puncak sebuah gunung. Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan itu hanya tumbuh di Indonesia jaman purba, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di sana. Saat ini kita dapat saksikan dengan satelit, bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu merupakan daratan yang luas. Sedangkan Dr. Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 M dari situs kapal Nabi Nuh AS. Tembikar ini memiliki ukiran-ukiran burung, ikan dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh. Dia menjelaskan, pada jaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para peziarah situs kapal. “Sejak jaman kuno hingga saat ini, fosil kapal tersebut telah menjadi lokasi wisata,” ujarnya. Benar tidaknya analisa ini, Wallahu A'lam.
Tahukah Kamu, Sungguh Mengejutkan, Kapal Nabi Nuh 'Alaihissalam Diduga Berasal dari Nusantara Indonesia? Benarkah?

Boleh percaya boleh tidak. Yang jelas, dalam penelitian sejarah ini tidak ada orang Islam dan orang Indonesia, melainkan para arkeolog dari Turki dan Cina yang sejak awal melakukan penelitian kapal Nabi Nuh 'alaihissalam. Ternyata, bahan kayu kapal Nabi Nuh AS adalah kayu-kayu jati purba yang berasal dari Jawa.

Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International China-Turki, menujukan bukti bahwa fosil kayu kapal Nabi Nuh berasal dari Jawa

SEJAK ditemukannya situs kapal Nabi Nuh AS oleh Angkatan Udara Amerika serikat, tahun 1949, yang menemukan benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 M). Dan di muat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 M. Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini.

Seri pemotretan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, menambah bukti yang memperkuat dugaan kapal Nabi Nuh AS itu. Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat?

Baru-baru ini, gabungan peneliti arkeolog-antropolgy dari dua negara, China dan Turki, beranggotakan 15 orang, yang juga membuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru. Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku.
Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan, bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati yang ada di Pulau Jawa.

Mereka telah meneliti ratusan sample kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan sample fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS. Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, Senin (26/4/2010) yang lalu.

“Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki adalah merupakan fosil Kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub” Jelas Yeung Wing

Pendapat National Turk

Dr.Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan situs Kapal Nabi Nuh AS, mengatakan: “Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia.” Dalam artikelnya juga mengatakan, lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang disebut dalam Al Qur’an, Surat Hud ayat 44. Sedangkan dalam injil: Perahu itu terdampar diatas Gunung Ararat (Genesis 8 : 4).

Menurut peneliti The Noah’s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke anta beranta, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir besar. Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh AS merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air menjadi surut, maka tersibaklah bahwa mereka terdampar di puncak sebuah gunung.

Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan itu hanya tumbuh di Indonesia jaman purba, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di sana. Saat ini kita dapat saksikan dengan satelit, bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu merupakan daratan yang luas.

Sedangkan Dr. Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 M dari situs kapal Nabi Nuh AS. Tembikar ini memiliki ukiran-ukiran burung, ikan dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh.

Dia menjelaskan, pada jaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para peziarah situs kapal. “Sejak jaman kuno hingga saat ini, fosil kapal tersebut telah menjadi lokasi wisata,” ujarnya. (Sumber : Muslimina. Blogspot. com)

Benar tidaknya analisa ini, Wallahu A'lam

Silahkan Klik "SUKA" dan "BAGIKAN", Jika dinilai baik & bermanfaat bagi sahabat semua. Semoga menjadi kebaikan Kita semua.
Tahukah Kamu, Sungguh Mengejutkan, Kapal Nabi Nuh 'Alaihissalam Diduga Berasal dari Nusantara Indonesia? Benarkah? Boleh percaya boleh tidak. Yang jelas, dalam penelitian sejarah ini tidak ada orang Islam dan orang Indonesia, melainkan para arkeolog dari Turki dan Cina yang sejak awal melakukan penelitian kapal Nabi Nuh 'alaihissalam. Ternyata, bahan kayu kapal Nabi Nuh AS adalah kayu-kayu jati purba yang berasal dari Jawa. Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International China-Turki, menujukan bukti bahwa fosil kayu kapal Nabi Nuh berasal dari Jawa SEJAK ditemukannya situs kapal Nabi Nuh AS oleh Angkatan Udara Amerika serikat, tahun 1949, yang menemukan benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 M). Dan di muat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 M. Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini. Seri pemotretan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, menambah bukti yang memperkuat dugaan kapal Nabi Nuh AS itu. Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat? Baru-baru ini, gabungan peneliti arkeolog-antropolgy dari dua negara, China dan Turki, beranggotakan 15 orang, yang juga membuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru. Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku. Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan, bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati yang ada di Pulau Jawa. Mereka telah meneliti ratusan sample kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan sample fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS. Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, Senin (26/4/2010) yang lalu. “Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki adalah merupakan fosil Kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub” Jelas Yeung Wing Pendapat National Turk Dr.Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan situs Kapal Nabi Nuh AS, mengatakan: “Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia.” Dalam artikelnya juga mengatakan, lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang disebut dalam Al Qur’an, Surat Hud ayat 44. Sedangkan dalam injil: Perahu itu terdampar diatas Gunung Ararat (Genesis 8 : 4). Menurut peneliti The Noah’s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke anta beranta, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir besar. Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh AS merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air menjadi surut, maka tersibaklah bahwa mereka terdampar di puncak sebuah gunung. Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan itu hanya tumbuh di Indonesia jaman purba, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di sana. Saat ini kita dapat saksikan dengan satelit, bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu merupakan daratan yang luas. Sedangkan Dr. Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 M dari situs kapal Nabi Nuh AS. Tembikar ini memiliki ukiran-ukiran burung, ikan dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh. Dia menjelaskan, pada jaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para peziarah situs kapal. “Sejak jaman kuno hingga saat ini, fosil kapal tersebut telah menjadi lokasi wisata,” ujarnya. Benar tidaknya analisa ini, Wallahu A'lam.

Tahukah Kamu, Sungguh Mengejutkan, Kapal Nabi Nuh 'Alaihissalam Diduga Berasal dari Nusantara Indonesia? Benarkah?

Boleh percaya boleh tidak. Yang jelas, dalam penelitian sejarah ini tidak ada orang Islam dan orang Indonesia, melainkan para arkeolog dari Turki dan Cina yang sejak awal melakukan penelitian kapal Nabi Nuh 'alaihissalam. Ternyata, bahan kayu kapal Nabi Nuh AS adalah kayu-kayu jati purba yang berasal dari Jawa.

Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International China-Turki, menujukan bukti bahwa fosil kayu kapal Nabi Nuh berasal dari Jawa

SEJAK ditemukannya situs kapal Nabi Nuh AS oleh Angkatan Udara Amerika serikat, tahun 1949, yang menemukan benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 M). Dan di muat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 M. Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini.

Seri pemotretan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, menambah bukti yang memperkuat dugaan kapal Nabi Nuh AS itu. Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat?

Baru-baru ini, gabungan peneliti arkeolog-antropolgy dari dua negara, China dan Turki, beranggotakan 15 orang, yang juga membuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru. Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku.
Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan, bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati yang ada di Pulau Jawa.

Mereka telah meneliti ratusan sample kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan sample fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS. Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, Senin (26/4/2010) yang lalu.

“Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki adalah merupakan fosil Kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub” Jelas Yeung Wing

Pendapat National Turk

Dr.Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan situs Kapal Nabi Nuh AS, mengatakan: “Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia.” Dalam artikelnya juga mengatakan, lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang disebut dalam Al Qur’an, Surat Hud ayat 44. Sedangkan dalam injil: Perahu itu terdampar diatas Gunung Ararat (Genesis 8 : 4).

Menurut peneliti The Noah’s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke anta beranta, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir besar. Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh AS merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air menjadi surut, maka tersibaklah bahwa mereka terdampar di puncak sebuah gunung.

Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan itu hanya tumbuh di Indonesia jaman purba, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di sana. Saat ini kita dapat saksikan dengan satelit, bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu merupakan daratan yang luas.

Sedangkan Dr. Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 M dari situs kapal Nabi Nuh AS. Tembikar ini memiliki ukiran-ukiran burung, ikan dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh.

Dia menjelaskan, pada jaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para peziarah situs kapal. “Sejak jaman kuno hingga saat ini, fosil kapal tersebut telah menjadi lokasi wisata,” ujarnya. (Sumber : Muslimina. Blogspot. com)

Benar tidaknya analisa ini, Wallahu A'lam

Silahkan Klik "SUKA" dan "BAGIKAN", Jika dinilai baik & bermanfaat bagi sahabat semua. Semoga menjadi kebaikan Kita semua.
Tahukah Kamu, Sungguh Mengejutkan, Kapal Nabi Nuh 'Alaihissalam Diduga Berasal dari Nusantara Indonesia? Benarkah? Boleh percaya boleh tidak. Yang jelas, dalam penelitian sejarah ini tidak ada orang Islam dan orang Indonesia, melainkan para arkeolog dari Turki dan Cina yang sejak awal melakukan penelitian kapal Nabi Nuh 'alaihissalam. Ternyata, bahan kayu kapal Nabi Nuh AS adalah kayu-kayu jati purba yang berasal dari Jawa. Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International China-Turki, menujukan bukti bahwa fosil kayu kapal Nabi Nuh berasal dari Jawa SEJAK ditemukannya situs kapal Nabi Nuh AS oleh Angkatan Udara Amerika serikat, tahun 1949, yang menemukan benda mirip kapal di atas Gunung Ararat-Turki dari ketinggian 14.000 feet (sekitar 4.600 M). Dan di muat dalam berita Life Magazine pada 1960, saat pesawat Tentara Nasional Turki menangkap gambar sebuah benda mirip kapal yang panjangnya sekitar 150 M. Penelitian dan pemberitaan tentang dugaan kapal Nabi Nuh AS (The Noah’s Ark) terus berlanjut hingga kini. Seri pemotretan oleh penerbang Amerika Serikat, Ikonos pada 1999-2000 tentang adanya dugaan kapal di Gunung Ararat yang tertutup salju, menambah bukti yang memperkuat dugaan kapal Nabi Nuh AS itu. Kini ada penelitan terbaru tentang dari mana kapal Nabi Nuh AS itu berangkat. Atau di mana kapal Nabi Nuh AS itu dibuat? Baru-baru ini, gabungan peneliti arkeolog-antropolgy dari dua negara, China dan Turki, beranggotakan 15 orang, yang juga membuat film dokumenter tentang situs kapal Nabi Nuh AS itu, menemukan bukti baru. Mereka mengumpulkan artefak dan fosil-fosil berupa; serpihan kayu kapal, tambang dan paku. Hasil Laboratorium Noah’s Ark Minesteries International, China-Turki, setelah melakukan serangkaian uji materi fosil kayu oleh tim ahli tanaman purba, menunjukan bukti yang mengejutkan, bahwa fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS berasal dari kayu jati yang ada di Pulau Jawa. Mereka telah meneliti ratusan sample kayu purba dari berbagai negara, dan memastikan, bahwa fosil kayu jati yang berasal dari daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah 100 persen cocok dengan sample fosil kayu Kapal Nabi Nuh AS. Sebagaimana diungkap oleh Yeung Wing, pembuat film documenter The Noah’s Ark, saat melakukan konfrensi pers di Hongkong, Senin (26/4/2010) yang lalu. “Saya meyakini 99 persen, bahwa situs kapal di Gunung Ararat, Turki adalah merupakan fosil Kapal Nuh yang ribuan tahun lalu terdampar di puncak gunung itu, setelah banjir besar menenggelamkan dunia dalam peristiwa mencairnya gleser di kedua kutub” Jelas Yeung Wing Pendapat National Turk Dr.Mehmet Salih Bayraktutan PhD, yang sejak 20 Juni 1987 turut meneliti dan mempopulerkan situs Kapal Nabi Nuh AS, mengatakan: “Perahu ini adalah struktur yang dibuat oleh tangan manusia.” Dalam artikelnya juga mengatakan, lokasinya di Gunung Judi (Ararat) yang disebut dalam Al Qur’an, Surat Hud ayat 44. Sedangkan dalam injil: Perahu itu terdampar diatas Gunung Ararat (Genesis 8 : 4). Menurut peneliti The Noah’s Ark, kapal dibuat di puncak gunung oleh Nabi Nuh AS, tak jauh dari desanya. Lalu berlayar ke anta beranta, saat dunia ditenggelamkan oleh banjir besar. Berbulan-bulan kemudian, kapal Nabi Nuh AS merapat ke sebuah daratan asing. Ketika air menjadi surut, maka tersibaklah bahwa mereka terdampar di puncak sebuah gunung. Bila fosil kayu kapal itu menunjukan berasal dari Kayu jati, dan itu hanya tumbuh di Indonesia jaman purba, boleh jadi Nabi Nuh AS dan umatnya dahulu tinggal di sana. Saat ini kita dapat saksikan dengan satelit, bahwa gugusan ribuan pulau itu (Nusantara), dahulu merupakan daratan yang luas. Sedangkan Dr. Bill Shea, seorang antropolog, menemukan pecahan-pecahan tembikar sekitar 18 M dari situs kapal Nabi Nuh AS. Tembikar ini memiliki ukiran-ukiran burung, ikan dan orang yang memegang palu dengan memakai hiasan kepala bertuliskan Nuh. Dia menjelaskan, pada jaman kuno, barang-barang tersebut dibuat oleh penduduk lokal di desa itu untuk dijual kepada para peziarah situs kapal. “Sejak jaman kuno hingga saat ini, fosil kapal tersebut telah menjadi lokasi wisata,” ujarnya. Benar tidaknya analisa ini, Wallahu A'lam.

Sumber : http://www.kaskus.co.id/post/532a31321acb17fa1a8b45cd#post532a31321acb17fa1a8b45cd

Epilog :
Kayu jati dibuat kapal bisa bertahan puluhan tahun, apalagi dijadikan furniture yang berkelas yang tidak terkena panas terik dan hujan, pasti bisa bertahan lebih lama lagi. Tidak puluhan tahun lagi, bahkan bisa ratusan tahun. Hehehe
Butuh furniture kayu jati berkualitas? Bisa hubungi saya. Yoyok

Wednesday, March 19, 2014

Kualitas Mebel Jati Jepara

http://yoyokmebeljepara.com/

Saat ini, produsen mebel jati jepara telah menjadi sangat populer. Prospek masih terbuka lebar karena meningkatnya permintaan dari tahun ke tahun. Furniture jati jepara untuk indoor furniture maupun outdoor furniture masih dimininati selama konsumen masih membutuhkan kenyamanan untuk melengkapi furniture rumah tinggal mereka. Furniture tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga mendukung dan menampung semua kegiatan dan kebutuhan penghuni. Oleh karena itu, furniture masih diperlukan . Industri mebel jati telah mengambil kesempatan untuk menyajikan kualitas terbaik, termasuk furniture jepara. Furniture dari jepara telah terkenal karena kualitas dan diekspor untuk banyak negara di seluruh dunia.

Karena industri pariwisata, di mana berkembang pesat, industri mebel jepara juga tumbuh menjadi komoditas penting dalam perdagangan internasional bahkan nasional. Industri-industri yang berkembang membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Pada hari-hari ini, produsen furniture jepara atau mebel minimalis jepara tidak hanya menyediakan furniture rumah, tetapi juga untuk hotel, apartement, villa, kantor, cafe dan lain-lain.